Jenis-Jenis Potensi Diri


Di bawah ini adalah jenis-jenis potensi diri yang minimal di miliki oleh manusia, potensi-potensi tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut:
a.      Potensi Otak/Intelektual

Menurut Hery Wibowo (2007: 19) potensi yang terbesar manusia adalah otak. Otak merupakan salah satu karunia paling hebat yang diberikan Tuhan. Otak mengatur seluruh fungsi tubuh, mengendalikan seluruh perilaku dasar manusia makan, bernafas, metabolisme tubuh dan lain-lain.

Para ahli psikologi sepakat bahwa otak manusia adalah sumber kekuatan dahsyat yang dimiliki oleh manusia. Mereka mengklasifikasikan otak menjadi dua klasifikasi. Yaitu otak kiri dan otak kanan. Secara ringkas otak kiri berfungsi untuk menghafal/mengingat, logika/berhitung, menganalisis, memutuskan dan bahasa, sedangkan otak kanan berfungsi untuk melakukan aktifitas imajinasi/intuisi, kreasi/kreatifitas, inovasi/seni (Slamet Wiyono, 2006).

b.      Potensi Emosi/Kecerdasan Emosi

Daniel Goleman (dalam Dwi Sunar P, 2010: 14) menyatakan bahwa kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20% dan sisanya yang 80% ditentukan oleh serumpun factor-faktor yang disebut kecerdasan emosional. Dari nama tehnis itu ada yang berpendapat bahwa kalau IQ mengangkut fungsi pikiran, EQ mengangkut fungsi perasaan. Orang yang ber-EQ tinggi akan berupaya menciptakan keseimbangan dalam dirinya dan bisa mengubah sesuatu yang buruk  menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat.

c.       Potensi Fisik /kecerdasan Fisik

Menurut Mulyaningtyas & Hadiyanto (2007: 90-91) Potensi fisik atau kecerdasan fisik adalah masalah yang menyangkut kekuatan dan kebugaran otot sekaligus kekuatan dan kebugaran otak dan mental. Orang yang seimbang fisik dan mentalnya memiliki tubuh yang ideal serta otak yang cerdas. Kecerdasan fisik atau PQ (physical Quotient) juga dianggap sebagai dasar dari elemen IQ (Intellegence Quotient) dan EQ (Emotional Quotient).

d.      Potensi Spiritual/Kecerdasan Spiritual

Danah Zohar penggagas istilah tehnis SQ (dalam Dwi Sunar P, 2010: 14) mengatakan bahwa IQ bekerja untuk melihat keluar (mata pikiran), dan EQ bekerja mengolah yang didalam (telinga perasaan), maka SQ (spiritual quotient) menunjuk pada kondisi “pusat diri”. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia yang paling tinggi. Pokok dari SQ adalah kemampuan seseorang untuk memahami keberadaan Tuhan, memahami hakikat diri secara utuh, hakikat dibalik realitas, membedakan yang benar dan yang salah  serta kemampuan memaknai bahwa kehadiran kita entah profesi atau status kita mampu membuat orang lain merasa dihargai dan mempunyai penghargaan  (Mulyaningtyas & Hadiyanto, 2007).

About these ads

Tentang Binham

Aku hanyalah manusia biasa yang setiap saat bisa saja berbuat salah, dari itulah aku akan selalu berusaha berbenah diri untuk menjadi lebih baik
Tulisan ini dipublikasikan di Motivasi dan pengembangan diri dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s