Kebutuhan Siswa


Pemenuhan kebutuhan siswa, di samping bertujuan untuk memberikan materi kegiatan setepat mungkin, juga materi pelajaran yang sudah di sesuaikan sesuai kebutuhan, biasanya lebih menarik. Dengan demikian akan membantu pelaksanaan proses belajar-mengajar. Adapun yang menjadi kebutuhan siswa antara lain dapat di sebutkan dibawah ini.

 Kebutuhan Jasmaniah

Hal ini berkaitan dengan tuntutan siswa yang bersifat jasmaniah, entah yang menyangkut kesehatan jasmani yang dalam hal ini olahraga menjadi materi utama.Di samping itu kebutuhan-kebutuhan lain seperti makan, minum, tidur, pakaian dan sebagainya, perlu mendapat perhatian.

Kebutuhan Sosial

Pemenuhan keinginan untuk saling bergaul sesama siswa dan guru serta orang lain, merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan sosial anak didik/siswa. Dalam hal ini sekolah harus dipandang sebagai lembaga tempat para siswa belajar, bergaul dan beradaptasi dengan lingkunga, seperti misalnya bergaul sesama teman yang berada jenis kelamin, suku bangsa, agama, status sosial dan kecakapan. Guru dalam hal ini harus dapat menciptakan suasana kerjasama antar siswa dengan suatu harapan dapat melahirkan suatu pengalaman belajar yang lebih baik. Sebab kalau tidak hati-hati, justru akibat pergaulan dengan lingkungan dapat pula membawa kegagalan dalam proses belajar mengajar. Guru harus dapat membangkitkan semangat kerjasama, sehingga dapat dikembangkan sebagai metode untuk mengajarkan sesuatu, misalnya metode belajar kelompok.

 Kebutuhan intelektual

Setiap siswa tidak sama dalam hal minat untuk mempelajari sesuatu ilmu pengetahuan. Mungkin ada yang lebih berminat belajar ekonomi, sejarah, biologi, atau yang lain-lain.Minat semacam, ini tidak dapat dipaksakan, kalau ingin mencapai hasil belajar yang optimal.Oleh karena itu yang penting, bagaimana guru dapat menciptakan program yang dapat menyalurkan minat masing-masing.Misalnya dalam kelompok IPS diberi kesempatan untuk mengambil minor yang lain, atau mungkin ada pelajaran pilihan (misalnya dalam soal keterampian), atau mungkin diciptakan pelajaran-pelajaran ekstra kurikuler yang dapat dipilih oleh siswa.

Pada Bab V sudah banyak diurakan soal kebutuhan seseorang/siswa.Hal ini semua penting sebagai pertimbangan untuk mengembangkan motivasi agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan.

Robbert J. Havigurst dalam bukunya “Human Development and Education”, mengemukakan suatu cara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak didik. Menurut tokoh ini bahwa setiap orang harus dapat memenuhi tugas.Tugas tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Pemenuhan tugas-tugas tertentu itulah disebutnya dengan istilah development tasked. Kesanggupan memenuhi tugas-tugas itu (developmental tasked), berarti akan memberi kepuasan dan kebahagiaan. Inilah yang dikatakan seseorang dapat memenuhi kebutuhannya. Kegagalan memenuhi tugas itu akan menimbulkan suatu kekecewaan dan berarti gagal memenuhi kebutuhannya (Sardiman:2003:115).

About these ads

Tentang Binham

Aku hanyalah manusia biasa yang setiap saat bisa saja berbuat salah, dari itulah aku akan selalu berusaha berbenah diri untuk menjadi lebih baik
Tulisan ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s