Home Visit


Dalam rangka pencapaian pengembangan diri siswa secara optimal, tentunya di perlukan sebuah kerja sama yang baik antara sekolah dengan pihak orang tua siswa. kegiaan ini dimaksudkan untuk membina hubungan silaturahmi antara keluarga siswa dengan pihak sekolah, selain itu supaya pihak sekolah maupun orang tua lebih mudah mengontrol siswa. Bentuk kegiatan yang nyata itu diantaranya dengan mengadakan home visit. Home visit merupakan salah satu program sekolah yang memiliki pengaruh besar dalam melancarkan program-program sekolah.

Rahardjo & Gudnanto (2011: 224) menjelaskan bahwa home visit atau kunjungan rumah adalah metode untuk memahami individu dengan cara konselor mengadakan kunjungan ke rumah orang tua siswa dengan tujuan untuk mengenal dan memahami keadaan siswa di rumah.

Sedangkan Sukardi (2008: 235) menyatakan kunjungan rumah atau home visit adalah metode yang bertujuan mengetahui keadaan siswa di rumah untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperoleh dalam pemahaman lingkungan dan permasalahan siswa yang berguna dalam pembahasan dan pemecahan siswa.

Kegiatan kunjungan rumah, dan juga pemanggilan orang tua ke sekolah setidak-tidaknya memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

1)      Memperoleh data tambahan tentang permasalah siswa, khususnya yang tersangkut paut dengan keadaan rumah/orang tua.

2)      Menyampaikan permasalah orang tua kepada anaknya

3)      Membangun komitmen orang tua terhadap penanganan anaknya (Prayitno & Amti, 2004).

Sama halnya dengan metode yang lain (wawancara, observasi, dokumentasi) home visit atau kunjungan rumah juga memiliki kelebihan dan kekurangan, antara lain:

Kelebihan:

1)      Memperoleh data khusus yang tidak diperoleh dengan metode yang lain.

2)      Memperoleh komitmen orang tua terhadap pendidikan anaknya, sehingga paradigm pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah (sekolah), keluarga dan masyarakat, bukan sekedar slogan tetapi dapat terealisasi.

3)      Penanganan masalah yang di hadapi siswa dengan demikian lebih komprehensif sesuai dengan kewenangan masing-masing

4)      Meningkatkan kerja sama antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman akan pentingnya sekolah sebagai sumber kebidayaan

Kekurangan:

1)      Kunjungan rumah memerlukan waktu, biaya dan tenaga ekstra dari konselor

2)      Sering kali siswa dan orang tuanya tidak bersedia dikunjungi dan/atau didatangkan ke sekolah.

3)      Bisa jadi orang tua telah “mempersiapkan sedemikian rupa” untuk menyambut kunjungan rumah konselor (Rahardjo & Susilo, 2011).

About these ads

Tentang Binham

Aku hanyalah manusia biasa yang setiap saat bisa saja berbuat salah, dari itulah aku akan selalu berusaha berbenah diri untuk menjadi lebih baik
Tulisan ini dipublikasikan di Bimbingan dan Konseling dan tag , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Home Visit

  1. pak, anda punya buku yang membahas tentang home visit??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s