PENTINGNYA MENCIPTAKAN KEAMANAN PSIKOLOGIS PADA DIRI ANAK


Anak merupakan sebuah obyek dari suatu proses belajar/pembelajaran yang mana anak punya peran yang sangat penting dalam menumbukan dan mengembangkan kemampuan diri secara optimal. Bakat adalah sebuah kemampun individu yang dibawa sejak lahir yang dengan latihan-latihan akan memperoleh sejumlah pengetahuan-pengetahuan. Bakat seorang anak akan berkembang secara baik, jika anak tersebut punya kemampuan dalam mengenali, mengelola dan melatih serta adanya lingkungan dan kondisi yang mendukung. Betapa banyak kita melihat dilingkungan sekitar kita banyak sekali anak-anak yang berbakat dan berpotensi namun potensi dan bakat mereka tidak tersalurkan secara benar dan membuahkan sebuah prestasi apa-apa. Banyak factor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Dari itu sangat diperlukan sekali sebuah pembinaan yang baik supaya bakat anak bisa berkembang secara optimal.

Upaya-upaya selalu dilakukan oleh orang tua, guru, maupun para pelatih untuk menghantarkan anak mencapai prestasi yang membanggakan dalam menyalurkan bakat mereka namun masih saja ada sebagain dari anak sulit mendapatkan prestasi yang maksimal. Hal ini perlu dicermati benar-benar bagi orang tua, guru maupun para pelatih, tahukah kita apa yang dirasakan seorang anak, apakah mereka merasa terbebani? Merasa tidak aman?atau takut memalukan orang tua/almamater, perasaan seperti itu mungkin saja terjadi pada diri seorang anak. Betapa sering kita menaruh harapan besar pada diri seorang anak. Misalnya sering kita dengar kata-kata orang tua dalam menasehati anak, “nak kamu harus meraih prestai , karena papa dan mama sudah berusaha, dan mengeluarkan banyak uang untuk memfasilitasi kamu, jangan sampai kamu kalah dengan anak yang biasa saja”. Selain itu sering juga kita melihat pelatih klub yang terlalu menaruh harapan besar pada anak asuhanya, dan kata yang sering kita dengar, “kalian harus menang jangan sampai kalah, sebisa mungkin jangan banyak melakukan kesalahan”.

Kalimat-kalimat diatas hanya sedikit dari contoh kalimat yang pada intinya mereka terlalu menaruh harapan besar pada diri seorang anak. Apakah hal itu dilarang? Tentu saja tidak,namun akan lebih baik jika hal tersebut kita perhatikan, bukan hanya perkataan yang harus kita jaga, namun juga sikap kita sebagai orang tua guru maupun pelatih juga harus kita perhatikan. Jika hal-hal tersebut diatas terjadi, sangat mungkin sekali anak-anak merasa terbebani, yang pada akhirnya mengganggu psikologis  mereka. Dari apa yang dipaparkan diatas, maka dapat dikatakan untuk mencapai sebuah prestasi dalam mengembangkan bakat seorang anak, selain factor pendukung dari keluarga, lingkungan, sarana dan prasarana seorang anak juga memerlukan keamanan psikologis dimana anak tidak merasa dinilai dan merasa terbebani.

Sebagai orang tua, guru, maupun pelatih harus bisa melihat hal ini, mampu meraba apakah anak ini secara mental tidak ada masalah. Karena bisa dipastikan jika anak tersebut mengalami ketakutan,beban pikiran ataupun masalah akan sangat mengganggu pencapaian prestasi atau pengembangan bakat. Dari sini dapat kita cermati bahawa menciptakan kemanan psikologis merupakan hal yang sangat penting untuk mengantarkan anak mencapai prestasi yang maksimal. Upaya-upaya yang bisa dilakukan oleh orang tua, guru maupun pelatih untuk menciptakan keamanan psikologis pada anak adalah sebagai berikut :

1.      Menerima anak apa adanya

Artinya anak tidak harus berhasil, apapun hasil dari yang dilakukan anak harus kita terima apa adanya. Tidak peduli niainya jelek atau bagus, kalah/menang dalam suatu pertandingan, yang hal tersebut harus bisa kita terima sebagai hasil terbaik yang sudah dilakukan oleh anak.  Wujud dari penerimaan tersebut bisa berupa kata-kata, sikap, maupun mimik wajah.

2.      Tidak membebani tugas kepada anak terlalu banyak.

Hal inilah biasanya yang dikeluhkan banyak anak. Betapa banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anak sudah berada pada keadaan yang capek, dan lelah berfikir tapi masih saja orang tua menyuruh mereka untuk les tambahan, latihan ini itu, dengan alasan untuk anak, tapi pada hakikatnya anak hanya dijadikan subyek, keinginan orang tua. Dalam keadaan tugas yang terlalu banyak anak akan sulit berkonsentrasi, sehingga bisa saja hasilnya malah justru kurang memuaskan

3.      Mengarahkan anak untuk berfikir positif

Pikiran positif akan diikuti dengan tindakan dan perkataan positif pula, karena pikiran akan menuntun tindakan. Sebagai contoh, jika dalam suatu pertandingan silat anak taku menendang, takut kebanting, taku kalah, dan sebagainya , maka kemungkinan terjadi akan lebih besar. Karena itu cobalah dan biasakan untuk selalu berpikir positif, hindari yang negatif. Demikian juga dalam memberikan instruksi kepada anak. Daripada mengatakan: “Kamu ini susah sekali sih diajarnya…, salah terus…! Awas, jangan berhenti sebelum bisa!”, lebih baik mengatakannya dengan cara yang positif walaupun maksudnya sama: “Ayo, coba lagi pelan-pelan, kamu pasti bisa melakukannya. Perhatikan, begini… langkahnya, ke sini… dsb.

4.      Meluangkan waktu untuk anak

Anak perlu seorang teman curhat  jika dia dalam suatu permasalahan, dan teman yang paling tepat sebagai tempat curhat adalah orang tua, guru, ataupun mentor anak tersebut. Orang tua harus senantiasa meluangkan waktu untuk anak, seehingga anak akan merasa diperhatikan dan dianggap ada. Yang pada akhirnya membuat meraka merasa nyaman dan merasa terlindungi, walaupun tidak secara fisik tapi perhatian orang tua secara tidak langsung akan berpengaruh secara psikis pada diri seorang anak.

Hal diatas merupakan beberapa dari upaya-upaya yang bisa dilakukan utnuk menciptakan keamanan psikologis pada diri anak. Dengan sebuah harapan anak akan mencapai pengembangan diri yang maksimal dan mancapai prestasi yang membangggakan. Tentu saja hal tersebut bukanlah hal yang mudah, karena diperlukan kesadaran yang tinggi bahwa anak adalah seorang individu yang khas dengan karakteristik yang mereka miliki. Untuk itu kita harus bisa memperlakukan mereka sesuai dengan karakteristik mereka.

2 thoughts on “PENTINGNYA MENCIPTAKAN KEAMANAN PSIKOLOGIS PADA DIRI ANAK

  1. Artikel yang sangat menarik!!

    Perkembangan teknologi yang begitu cepat, sangat mempengaruhi pola pikir seseorang. Bayangkan saja, dulu kita harus jalan kaki ke rumah tetangga kalau mau mengundang rapat atau acara lainnya. Tapi sekarang, cukup dengan memainkan jari, undangan sampai dengan cepat, tanpa khawatir kalau undangannya tidak terbaca atau kabur terbawa angin. Namun segi positif dari teknologi tempo doeloe tersebut, semangat untuk bersosialisasi setiap orang sangatlah tinggi. Karena mereka harus berjalan dari rumah ke rumah, dan itu membuka kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan tetangga atau teman, mereka bisa say hello atau ngobrol singkat. Namun sekarang, cukup ada di dalam kamar, tanpa harus capek jalan, kita bahkan sudah bisa mengundang 1000 orang hanya dengan sekali pencet tombol, baik lewat HP atau lewat laptop. Kalau dilihat dari sudut negatifnya, sekarang anak-anak bisa dengan mudah mendapatkan video porno, baik lewat layanan di internet, atau dengan fasilitas Bluetooth yang biasa ada di HP atau di laptop. Anda sebagai orang tua, bagaimana? Sudah tahukah anda mengenai hal itu? Bila sudah atau belum, bagaimana menyikapinya?

    Itu sedikit ilustrasi tentang perkembangan teknologi yang mengubah pola piker seseorang dan masyarakat. Semakin cepat teknologi itu berkembang, maka pola pikir manusia di seantero jagat raya ini pun semakin cepat berubah. Kita sebagai orang tua, yang mungkin terlalu sibuk bekerja dan segala urusan rumah tangga, sudahkah mengikuti perkembangan teknologi?

    Bila anda tidak ingin buah hati anda terjerumus ke lembah hitam gara-gara pesatnya perkembangan teknologi tersebut, marilah mulai dari sekarang kita mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Perangkat teknologi yang biasa dipakai hampir semua orang adalah HP dan Laptop. Anak-anak pun sudah pandai dalam mengakses perangkat-perangakat tersebut.
    Maaf…berhubung daya tampung hurufnya tidak mencukupi, anda bisa baca selengkapnya di
    http://lagu2anak.blogspot.com/2010/10/menjadi-orang-tua-yang-berpikir-positif.html

    • terimakasih atas komennya, saya juga sanagt tertarik dengan artikel saudara, dengan begitu khasanah pengetahuan saya tentang anak-anak jadi bertambah. Salam kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s