Orientasi Pada Proses Bukan Hasil


Suatu hari pernah saya menjumpai beberapa mahasiswa yang berjubel di depan meja dosen. Setelah mahasiswa pergi saya mencoba bertanya pada dosen tersebut “Ada apa Pak?” Beliau menjawab “Biasa mahasiswa protes nilai” (sambil dia tersenyum). Saya lanjut bertanya “Memangnya nilai mereka berapa pak, kok bisa protes? Beliau menjawab “Nilainya bagus kok dan itu sudah sesuai dengan kemampuannya, rata-rata dari mereka dapat B dan AB.

Dalam kesempatan yang lain saya juga menjumpai dua mahasiswa yang berdebat hanya masalah protes nilai. Yang satu bersikukuh bahwa langkahnya protes kepada dosen terhadap nilai itu adalah hal yang tepat, yang lain berpendapat beda, ia punya pandangan protes nilai itu tidak perlu dilakukan jika memang nilai tersebut masih dekat dengan prediksinya, kecuali memang sangat jauh dari prediksi awal.

Dari kedua contoh di atas saya bisa menyimpulkan protes nilai itu bukan hal yang di larang (kalau tujuannya mengetahui kebenaran) katakanlah mahasiswa dapat nilai C, maka yang perlu ditanyakan ke dosen terkait, kenapa ia bisa dapat C apa yang menyebabkan dosen memberi nilai C, apapun jawaban dosen (selama realistis) maka hal ini akan menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk menjadi lebih baik lagi. Tapi sayangnya tidak semua mahasiswa begitu, mereka protes karena merasa di berlakukan tidak adil, padahal saya yakin setiap penilain dosen pasti melalui sebuah pertimbangan, kalaupun dalam penilaian ada kekuragan itulah evaluasi, tidak ada yang sempurna, makanya proses evaluasi selalu dikembangkan guna mendapatkan hasil evaluasi yang baik dan terpercaya.

Baiklah kita kembali pada poin yang ingin saya diskusikan. Setiap mahasiwa pasti menginginkan nilai yang baik dalam perkuliahan. Keinginan tersebut sangat realistis karena kuliah itu mahal, kalau tidak punyai nilai yang baik, maka mahasiswa bisa rugi. Tapi jangan sampai hal tersebut dijadikan alasan mahasiwa untuk berorientasi pada nilai belaka, istilahnya “Yang penting dapat nilai baik, bagaiamanapun caranya”. Penikiran yang seperti inilah yang mengakibatkan mahasiwa hanya mementingkan nilai, sehingga mereka kurag memperhatikan proses dalam perkuliahan.

Sebuah pertanyaan perlu di renungkan, “Apakah anda suka menyontek dalam ujian?, atau anda suka mengcopypaste pekerjaan teman?, atau anda suka memanfaatkan teman? Apa yang menjadi alasan kenapa anda melakukan hal tersebut?

Kalau seandainya jawaban anda ya, saya yakin salah satu alasannya adalah karena menginginkan nilai yang baik tapi tidak mau susah payah atau kerja keras dengan belajar. Ini adalah sebuah virus yang mematikan diri anda sendiri, efeknya memang tidak langsung, tapi percayalah jika hal ini tidak secepatnya kita perbaiki anda akan mengalami sebuah kerugian besar di masa yang akan datang.

Di dalam buku-buku motivasi sering di jelaskan bahwa untuk mencapai kesuksesan harus dimulai step by step. Ibarat kita naik sebuah tangga maka kita harus naik anak tangga satu dan seterusnya untuk bisa mencapai atas. Demikian juga dalam kuliah, untuk bisa sukses maka tahap demi tahap harus dilalui dengan baik, mulai dari semester awal sampai akhir. Orientasi pada proses akan sangat menguntungkan tapi memang membutuhkan ketekunan dan komitmen. Tanpa sebuah komitmen yang tinggi maka, mahasiswa akan mudah mengabaikan proses yang baik.

Memulai sebuah proses yang baik dalam kuliah tidak perlu menunggu atau ditunda, lakukanlah saat ini juga. Jika saat ini anda masih belum bisa serius kuliah, maka berlatihkan untuk mulai serius dan benar-benar menjalani proses kuliah secara benar. Pada awalnya hal ini akan sangat berat, tapi kalau kebiasaan baik ini kita lakukan secara terus menerus maka sebuah proses yang baik akan cepat bisa terwujud.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s