Pentingnya Memiliki Prioritas Dalam Belajar


Belajar di kampus agak sedikit berbeda dengan kita belajar di sekolah lanjutan. Kalau di sekolah lanjutan hampir sebagian besar materi pelajaran di sampaikan oleh guru, sedangkan di kampus dosen hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan mahasiswa untuk lebih mandiri dalam belajar. Setiap tugas dan kegiatan lebih diarahkan bagaimana seorang mahasiswa mampu mengeksplorasi semua pengalamannya dalam pembelajaran. Di kampus mahasiswa yang aktif akan lebih produktif di bandingkan dengan mahasiswa yang pasif. Aktif di sini mahasiswa tidak hanya tergantung dari dosen untuk memperoleh materi pembelajaran. Jadi dar sedikit paparan tersebut bisa di katakan bahwa berhasil dan tidaknya mahasiswa dalam menempuh perkuliahan sangat di tentukan oleh mahasiswa itu sendiri.

Kita menyadari bahwa kegiatan seorang mahasiswa ternyata tidak hanya belajar. Banyak diantara mahasiswa yang memang memilki kegiatan lain di luar jam kuliahnya, misalnya kerja part time ataupun aktif di organisasi kemahasiswaan. Sehingga terkadang wakti mereka banyak juga di habiskan untuk kegiatan luar tersebut. Mungkin mereka punya alasan untuk itu tapi, jangan sampai alasan itu dijadikan alasan untuk kita bermalas-malasan dalam kuliah.

Dulu sewaktu kuliah saya pernah punya teman. Saya bisa bilang dialah salah satu sahabat yang selalu memberikan motivasi kepada saya. Teman saya tersebut adalah mahasiswa yang waktunya hanya di habiskan untuk kuliah dan kerja. Dia menyadari bahwa ia akan sulit jika melaksanakan kedua hal tersebut secara bersamaan. Di semester-semester awal dia belum mengeluhkan tentang permasalahnya tersebut, tapi ketika menjelang semester-semester pertengahan ia mulai merasakan bahwa ia mulai kewalahan dengan dua aktifitas tersebut. Hingga suatu hari ia memutusakan untuk berhenti bekerja dan focus untuk kuliah, tapi nasib baik masih menyertainya, surat pengunduran dirinnya tidak di terima, malah dia di izinkan untuk kuliah, dengan catatan kerjanyaa tetap harus produktif. Di tengah kesibukan aktifitas yang ia lakukan di kampus dan di tempat kerja, ia masih tetap bisa menjalankan kagiatannya secara baik. Sesungguhnya kunci dari sahabatku tersebut hanya satu ia punya skala prioritas yang tinggi terhadap kuliahnya, ia siap jika sewaktu-waktu memang harus keluar dari tempat kerja, namun jika masih bisa di laksanakn secara bersama kenapa tidak, ia akan tetap bekerja sambil kuliah.

Narasi di atas bisa menjadikan sebuah motivasi bagi anda jika memang anda harus kuliah samba kerja, usahakanlah untuk tetap menjadikan kuliah atau belajar sebagai prioritas utama. Tidak terkecuali untuk mahasiswa yang aktif dalam organisi kemahasiswaan. Mungkin bukan suatu rahasia lagi kalau banyak dari aktifis kampus, yang sukses membawa nama besar organisasi masing-masing namun sering bermasalah dengan perkuliahan. Banyak di antara mereka yang lulusnya terhambat, hanya gara-gara ia sibuk mengurus organisasi.

Berorganisasi tentu bukan suatu hal jelak, justru itu adalah yang bagus dan sangat bermanfaat untuk mahasiswa. Dengan berorganisasi mahasiswa akan banyak berlatih bagaimana menjadi pemimpin, bagaimana bertanggung jawab atas tugas dan sebagainya. Namun jika ada mahasiwa yang hanya disibukkan dengan organisasi dan mengesampingkan kuliah, apa sebanarnya itu yang namanya mahasiswa hebat.

Pernah suatu waktu ada mahasiswi yang datang menemui saya. Dia bilang mau minta ijin untuk beberapa hari kedepaan ia akan izin karena akan ada kegiatan organisasi dan ini adalah tingkat nasional yang akan di selenggarkan dibeberapa kota. Dan setelah saya tanya ternyata organisasi yang dia ikuti bukan organisasi kampus, melainkan organisasi luar yang tidak ada kaitannya sam sekali dengan kampus.

Terjadi sebuah dialog:

Saya:  “Maaf sebelumnya mbak, apakah jika anda tidak ikut kegiatan itu, kegiatan tidak akan berjalan”

Mahasiswi: “Tidak sih pak, kan tidak apa-apa pak kalau seandainya saya ikut, yang penting saya bisa menjalankan keduanya”.

Saya: “Siapa bilang bisa berjalan semuanya, yang berjalan itu kegiatan luar anda, terus bagaimana dengan kuliah anda? Bagaiman nanti teman kempok diskusi anda?

Mahasiswi: Ya itulah pak saya masih bingung

Saya: “ Itu semua sih terserah anda mbak, saya yakin anda bisa memutuskan mana yang lebih baik, tapi sebelum memutuskan lebih baik renungka dulu,,sebenarnya apa yang menjadi prioritas anda dalam kuliah

Mahasiswa : Begitu ya pak,,ya sudah pak,,terimakasih sarannya…

Melihat berbagai macam masalah mahasiwa yang seperti di atas jelas itu membuktikan bahwa masih ada  mahasiwa yang memang tidak mengetahui skala prioritas dalam belajar. Mereka belum bisa menentukan mana yang harus ditinggal dan mana yang harus di dahulukan. Jadi penting bagi mahasiwa memilki skala prioritas dalam belajar supaya apa yang menjadi visinya bisa terwujud.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s