PENTINGNYA SIKAP DAN KEBIASAAN BELAJAR EFEKTIF


Belajar secara efektif memerlukan banyak cara dan perjuangan. Belajar efektif juga harus diterapkan di keseharian siswa dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pelajar, cara belajar yang efektif sangat membantu siswa dalam mengingat-ingat pelajaran sehingga nilai ulangan maupun ujian siswa akan baik dan sesuai dengan keinginan siswa.

Kebiasaan belajar yang efektif juga akan berdampak dalam kehidupan sehari-hari siswa dimana mereka akan senantiasa terbiasa melakukan sesuatu dengan hasil yang maksimal namun mereka bisa menggunakan waktu yang minimal.

Jika seorang siswa tidak memiliki cara atau kebiasaan belajar yang efektif maka banyak kerugian yang akan diterima, seperti rugi waktu, rugi tenaga yang akhirnya akan berdampak buruk bagi siswa tersebut. Kerugian itu juga akan berdampak pada orang-orang yang ada disekitar siswa, khususnya orang tua yang sudah susah payah menyekolahkan mereka.

Komponen Dalam Belajar Efektif
a.      Menyenangkan

Dalam belajar efektif siswa harus mampu menciptakan emosi positif dalam dirinya. Belajar efektif harus menyenangkan karena belajar yang menyenangkan akan mampu membangkitkan minat dan motivasi. Perlu diketahui dalam bekerja otak dipengaruhi oleh keadaan fisik maupun psikologis,  jika seseorang dalam kondisi tubuh yang tidak sehat atau emosi yang tidak stabil maka otak tidak akan bekerja dengan maksimal.

Supaya belajar itu menyenangkan ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Belajar sesuai dengan gaya belajar yang dimiliki (kinestik, visual, auditorial)

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam memahami materi atau sesuatu yang dipelajari. Sebagai contoh saya ini paling suka jika belajar sambil mendengarkan musik. Ini adalah keasyikan saya dan saya senang seperti itu. Jika tidak ada musik rasa-rasanya saya ngantuk dan kurang semangat dalam belajar. Bagi teman-teman saya itu hal yang aneh, tapi bagi sayaa tidak sama sekali. Mungkin wajar saja jika teman-teman saya bicara seperti itu bisa saja cara belajar say ini tidak cocok buat mereka. Intinya mengenal gaya belajar akan sangat membantu anda untuk memperoleh kesenangan dalam menjalankan aktivitas belajar. Jika sudah senang maka peluang keberhasilan dalam belajar akan mudah untuk di raih.

  • Mencari tempat yang nyaman

Belajar yang menyenangkan membutuhkan tempat yang nyaman. Nyaman di sini bukan berarti tempat tersebut harus bagus, dan mahal atau harus di ruangan khusus yang memiliki fasilitas lengkap. Sebenarnya ukuran kenyamanan suatu tempat tidak bisa di ukur, karena ukuran kenyamanan pada diri individu itu sendiri. Jadi supaya belajar itu bisa menyenangkan silahkan anda cari tempat yang menurut anda bisa membuat anda tenang dan mudah untuk konsentrasi. Kalau saya sendiri saya bisa belajar dimana saja yang penting tidak ada teman yang usil atau mengganggu.

  • Belajar dari sesuatu yang paling mudah

Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam melakukan tindakaan, maka usaha tersebut harus dilakukan step by step dari rendah ke tinggi atau dari mudah ke sulit. Belajar hal-hal yang mudah dulu akan membuat otak kita tidak terlalu tegang dan tervorsir untuk berpikir sehingga kita akan lebih mudah mengelola emosi dan pikiran kita terhadap bahan pelajaran yang di pelajari. Jika hal-hal yang dipelajari yang sulit-sulit maka peluang untuk tegang lebih mudah dan jika sudah mentok maka besar kemungkinan dia akan menghentikan belajarnya.

  • Menyelesaikan segala permasalahan berat yang di hadapi

Setiap orang pasti punya masalah. Namun masalh itu di golongkan menjadi dua yaaitu ringan dan berat. Untuk masalah yang bersifat ringan biasanya tidak begitu beerdampak besar pada erilaku individu. Meskipun begit masalah rungan juga tidak boleh di sepelekan, karena sesuatu yang ringan itu bisa mengakibatkan masalah yang besar jika tidak segera di selesaikan. Sedangkan untuk masalah yang sifatnya masalah berat, maka selain ada upaya dari diri sendiri, kalau perlu anda minta bantua orang lain bisa orang tua, guru, konselor sekolah atau siapa saja yang anda anggap mampu mengatasi permasalahan serius yang anda rasakan.

b.      Tidak Memakan Banyak waktu/Jerjadwal

Artinya jika kita mau belajar yang efisien kita harus hemat waktu, maka dari itu belajar itu harus terjadwal secara baik, supaya aktifitas belajar tidak terganggu oleh kegiatan yang lain selain. Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:
~ Perhatikan waktu.

~ Refleksikan bagaimana kita menghabiskan waktu.

~ Sadarilah kapan kita menghabiskan waktu kita dengan sia-sia.

~ Ketahuilah kapan kita produktif

Gunakan jadwal sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu.  Jadwal ini juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih nyaman.Dengan contoh sebagai berikut:

  • Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
  • Prioritaskan tugas-tugas.
  • Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
  • Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.  Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24 jam tanpa review.
  • Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
  • Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
  • Rencanakan juga “deadline”.
  • Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
  • Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.

Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri. Jadwal setiap saat bisa saja berubah karena keadaan dan tindakan yang mndadak atau tidak di duga.

Di bawah ini adalah contoh jadwal kegiatan harian

JADWAL KEGIATAN HARIAN

Hari : Senin, tgl: 15 Oktober 2011

NO Jam Kegiatan Telaksana/tidak (beri alasan) Hambatan/Kendala
1 04.00-04.30 Bangun dan sholat subuh
2 04.30-05.30 Belajar
3 05.30-06.00 Mandi dan  sarapan
4 06.00-06.30 Mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah
5 06.30 Perjalanan ke sekolah
6 07.00-13.30 Belajar di sekolah (termasuk sholat dzuhur)
7 13.30 Perjalanan pulang
8 14.00-15.00 Makan dan istirahat siang
9 15.00-15.15 Sholat
10 15.15-16.00 Belajar
11 16.00-16.30 Membantu orang tua
12 16.30-17.45 Mandi dan santai-santai
13 17.45-18.30 Isoma
14 18.30-19.15 Ngaji dan sholat berjamaah di Masjid
15 19.15-20.15 Belajar
16 20.15-21.00 Nonton TV/Kumpul keluarga
17 21.00-04.00 Istirahat (tidur)

 c.       Hasil maksimal

Belajar bisa di katakan efektif jika hasilnya maksimal. Kalau seandainya siswa sudah belajr maksimal, sudah menyusun jadwal dengan baik tapi hasilnya belum maksimal, maka ada beberapa hal yang harus di evaluasi. Dalam hal apapun perlu di lakukan evaluasi termasuk dalam belajar. Apa yang membuat hasil belum maksimal. Dalam tahap ini siswa harus peka, kalau perlu siswa minta saran dan masukan dari orang lain bisa teman atau guru mata pelajaran. Setalah siswa tahu masalahnya segeralah lakukan perbaikan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s