TAHAPAN PRA BELAJAR


Tahapan pra-belajar (sebelum belajar) adalah tahapan awal yang harus dilalui oleh setiap pembelajar sebelum melakukan proses belajar. Jika dalam tahap ini siswa atau pembelajar tidak dapat memahami apa yang harus di persiapkan maka dalam proses belajar tidak mungkin akan bisa berjalan dengan maksimal. Dengan kata lain tahapan ini bisa di katakana sebagai tahap dasar dalam proses belajar secara efetif.

Ada beberapa hal yang harus di pahami dan dilaksanakan oleh siswa atau pembelajar dalam tahap ini yaitu, meningkatkan minat dan motivasi, memahami gaya belajar dan mengelola emosi. Secara lebih terperinci hal-hal tersebut akan di bahas dalam uraian berikut:

1.      Meningkatkan minat dan motivasi

Minat adalah motif dasar individu dalam melakukan suatu tindakan, sedangkan motivasi adalah dorongan untuk melakukan minat. Kedua hal ini adalah kunci dasar dalam keberhasilan seseoarang dalam proses belajar. Minat dan motivasi setiap siswa pasti berbeda, dari itu minat dan motivasi ini hasrus kita pupuk sedini mungkin.

Minat dan motivasi itu bisa tumbuh dan meningkat karena di pengaruhi oleh beberapa hal, yaitu dari dalam diri sendiri dan dari luar.

a.      Dari dalam diri sendiri

Minat dan motivasi ini tumbuh dengan sendirinya dari dalam diri individu. Kenyataan yang seperti ini mungkin sangat jarang di jumpai, namun hal bukan berarti tidaka mungkin. Bagi orang-orang tertentu sangat mungkin minat dan motivasi ini tumbuh dengan sendirinya, karena pengaruh pola fikir dan kedewasaan yang dimililki.

b.      Dari luar (lingkungan)

Sebagian besar minat dan motivasi sangat dipengaruhi dari lingkungan dan kebiasaan. Lingkungan yang kondusif akan berperan penting dalam meningkatkan minat dan motifasi seorang siswa. Disini peran yang paling meonjol adalah perean rang tua dan teman sebaya. Orang tua sebagai tokoh sentral yang dijadikan siswa sebagai teladan dalam melakukan tindakan. Supaya minat dan motivasi siswa itu meningkat maka perlulah orang tua dan anak itu menjlani sebuah komunikasi yang posistif, orang tua sebisa mungkin untuk meluangkan waktu dalam mendmpingi anak dalam belajar dan sebisa mungkin anak mengkomunikasikan permasalah-permasalah mereka dalam belajar. Jadi harus ada kerjasama.

Peran yang kedua adalah dari teman sebaya. Diakui atau tidak teman sebaya juga memegang peranan penting dalam meningkatkan motivasi dalam belajar. Secara psikologis siswa adalah remaja yang lebih suka berkumpul dengan teman yang usianya sebaya. Dari itu siswa atau pembelajar harus selektif dalam memilih teman bergaulan. Karena jika salah dalam memilih pergaulan, maka resikonya sangat besar, bahkan terkadang bisa berakibat buruk pada masa depan dan cita-citanya.

Dari kedua faktor tersebut mana yang paling menunjang dalam meningkatkan minat dan motivasi seorang siswa? Jawabannya adalah kedua sama-sama penting namun perlu diketahui faktor dari luar itu sifatnya sementara, sehingga jika orang-orang yang ada di sekiranya tersebut tidak ada, akan sangat berdampak pada minat dan motivasi siswa. Sedangkan motivasi dari dalam diri sendiri, sifatnya lebuh awet, meskipun tanpa orang-orang yang memotivasinya ia tetap bisa survive dalam menjalani aktifitas dan kegiatannya dalam belajar. Jadi untuk dapat meningkatkan minat dan motivasi dalam belajar siswa harus menumbuhkan motivasi intrinsik dengan cara memahami tujuan dalam bejalar dan mampu menjjadikan faktor-faktor luar untuk meningkatkan motivasi intrinsic (dari dalam diri).

2.      Memahami gaya belajar

Di awal tadi saya sudah sedikit menyinggung tentang gaya belajar, namun belum di jelaskan secara detail tentang bentuk-bentuk gaya belajar yang umumnya di miliki oleh seseorang.

Apa tipe dan gaya belajar kita? suka berdiskusikah kita?atau mungin kita suka sekali mendengarkan musik sambil belajar atau kita suka mencatat?. Ada beberapa macam gaya belajar. Namun yang paling umum ada tiga yaitu Visual, kinestik, dan auditorial. Tentang ciri-ciri gaya belajar ini sudah banyak di jelaskan oleh para ahli, disini penulias tidak akan menjelaskan panjang lebar tentang ketiga gaya belajar tersebut. Namun hanya akan menyimpulkan beberapa dari pandapat para ahli tersebut

1. Visual

  • Rapi dan teratur
  • Berbicara dengan cepat
  • Lebih mengingat apa yang dilihat dari pada didengar
  • Mementingkan penampilan
  • Biasanya tidak terganggu oleh keributan
  • Lebih suka membaca dari pada dibacakan
  • Lebih suka seni lukis dari pada seni music

2, Kinestik

  • Bicara dengan perlahan
  • Menanggapi perhatian fisik
  • Menyuruh orang untuk mendapatkan perhatian mereka
  • Selalu berorientasi pada fisik
  • Mempunyai perkembangan awal otot-otot yang besar
  • Belajar melalui manipulasi dan praktik
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh
  • Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama

3. Auditorial

  • Berbicara pada diri sendiri pada saat bekerja
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Dapt mengulangi kembali dan menirukan nada, birama dan warna suara
  • Meresa ksulitan untuk menulis, tetapi hebat dalam bercerita
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Lebih suka seni musik dari pada seni lukis.

3. Mengelola emosi.

Emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia. Bersama dengan dua aspek lainnya, yakni kognitif (daya pikir) dan konatif (psikomotorik), emosi atau yang sering disebut aspek afektif, merupakan penentu sikap, salah satu predisposisi perilaku manusia. Hal ini berlaku pada semua perilaku individu termasuk dalam hal belajar. Untuk mencapai hasil belajar yang baik maka sebelum belajar di mulai pentinglah kiranya bagi anda untuk mengelola emosi tersebut.

Emosi yang positif akan membuat pikiran menjadi tenang. Hal tersebut dilakukan karena terkadang aktifitas kita yang banyak menguras tenaga dan pikiran. Jika otak kita dalam keadaan lelah, capek maka kita perlu mempiarkan otak kira rileks sejenak. Setiap orang punya cara sendiri untuk memperoleh ketenangan pikiran, bisa dengan mendengarkan musik, beristirahat sebentar, atau yang lain. Jika otak kita sudah fresh maka otak akan kembali maksimal menampung segala informasi yang akan kita peroleh dari hasil belajar.

Mengelola emosi bukan lah hal yang mudah di lakukan, mengingat setiap orang pasti punya permasalahan, dan setiap permasalahan antara orang satu dengan yang laij bisa berbeda. Bagi siswa yang tidak mempunyai masalah mungkin tidak akan sulit mengelola emosi, tapi bagi mereka yang bermasalah tentu tidak akan semudah itu.

Untuk lebih memudahkan mengekola emosi maka alangkah lebih jika setiap permasalahn yang di hadapi siswa harus di selesaikan. Terus yang jadi pertanyaan bagaiamana caranya memecahkan masalah? Mungkin ini adalah pertanyaan yang seriing muncul dalam diri siswa. Siswa yang umumnya remaja, memang memilki berbagai macam tugas perkembangan yang mana jika tugas perkembangan ini gagal di jalankan, bisa menimbulkan banyak masalah.

Iklan

One thought on “TAHAPAN PRA BELAJAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s