Pengertian penyesuaian diri


Gerungan (2002: 55) merumuskan pengertian penyesuaian diri berarti “mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan, tetapi juga mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri

Calhoun dan Acocella (dalam Satmoko 1995: 14) menjelaskan bahwa “penyesuaian dapat diartikan sebagai interaksi seseorang yang kontinyu antara diri sendiri, orang lain dan dengan

lingkungannya. Ketiga faktor tersebut mempengaruhi perilaku seseorang dan bersifat timbal balik”.

Musthafa Fahmy (1982: 14) merumuskan pengertian penyesuaian diri sebagai “proses dinamika yang bertujuan untuk mengubah kelakuannya agar terjadi hubungan yang lebih sesuai antara dirinya dan lingkungannya.

Kartini Kartono (2000: 259) mengemukakan pengertian penyesuaian diri sebagai berikut. Penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga rasa permusuhan, dengki, iri hati, prasangka, depresi, kemarahan dan

lain-lain emosi negatif sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis habis.

Sedangkan Sunarto dan Hartono (2002: 221) menyatakan  “penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkungannya”.

Dari beberapa rumusan di atas dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk menyelaraskan diri dengan lingkungan (Autoplastis) atau mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri (Alloplastis) guna memperoleh kenyamanan hidup

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s