Fungsi dan Peran Guru SD sebagai Pembimbing


Karakteristik murid SD dalam pengorganisasian program berbeda dengan di sekolah lanjutan pertama, di sekolah menengah dan atau jenjang pendidikan lainnya. Oleh karena itu fungsi dan peran konselor di SD menunjukkan perbedaan. Namun demikian perbedaan itu tidak terletak pada apa yang dilakukan koselor, melainkan lebih kepada bagaimana hal itu di lakukan.

Peran konselor di SD menurut Gibson dan Mitchell (dalam Tim Pengembangan Imu Pendidikan FIP-UPI, 2007 ) adalah sebagai berikut :

  1. Konselor. Meskipun konseling individu pada anak SD jarang dilaksanakan dibanding pada jenjang pendidikan lainnya, konselor hendaknya mampu melayani kebutuhan konseling individual atau kelompok siswa yang dialih-tangankan oleh guru atau orang tua atau hasil identifikasi konselor itu sendiri. Proses konseling hendaknya mengakui kedudukan siswa dalam pertumbuhan dan perkembangannya serta implikasinya bagi pelaksanaan konseling.
  2. Konsultan. Sebagai konsultan, koselor hendaknya berdialog secara langsung dengan guru-guru, orang tua atau profesi sejawat yang lainnya untuk membantu mengidentifikasi murid dalam adegan sekolah. Dalam peran ini, konselor membantu rekan sejawat dalam membantu perkembangan dan penyesuaian kebutuhan siswa secara lebih efektif.
  3. Koordinator. Konselor di SD memiliki peran sebagai coordinator berbagai kegiatan bimbingan di sekolah, serta aktifitas di sekolah bahkan di dalam kelas. Sebagai professional pemberi bantuan yang sedang berkembang, konselor di SD hendaknya mengkoordinasikan kontribusi psikolog sekolah, pekerja sosial dan lain sebagainya. Kegiatan koordinasi lainnya mencakup kegiatan alih tangan di dalam sekolah itu sendiri dan antar lembaga.
  4. Agen orientasi. Sebagai fasilitator pengembangan kemansiaan, konselor di SD hendaknya mengakui orientasi para siswa terhadap tujuan dan lingkungan SD. Hal ini sangat penting mengingat pengalaman pertama pendidikan hendaknya menjadi sesuatu yang positif, dan dengan demikian konselor hendaknya merancang aktivitas kelompok dan mengkonsultasikannya dengan guru-guru dalam membantu para siswa belajar dan melaksanakan keterampilan hubungan kemanusiaan yang berguna bagi penyesuaian dalam kebersamaan yang dipengaruhi oleh adegan sekolah.
  5. Assessment. Konselor di SD berperan sebagai pengumpul data dan sekaligus menerjemahkan hasil pengukuran baik data tes maupun non tes.
  6. Pengembangan karir. Pengembangan karir di SD merupakan fondamen yang sangat penting bagi pengambilan keputusan tahap-tahap selanjutnya.
  7. Agen Pencegahan (Agent of Prevention). Di SD merupakan fondamen yang sangat penting bagi kemungkinan maslah yang akan dialami dim as mendatang.

Daftar Pustaka

Tim Pengembangan Imu Pendidikan FIP-UPI. (2007). Ilmu dan Alikasi Pendidikan. Bandung: PT Imperial Bhakti Utama

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s