Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Melalui Pencak Silat


Apa yang terbenak dalam fikiran kita jika kita berbicara tentang olah raga yang satu ini, PENCAK SILAT. Banyak sekali anggapan bahwa pencak silat itu adalah olah raga yang syarat dengan kekerasan. Bukti nyata banyak para orang tua tidak memperbolehkan anaknya berlatih pencak silat lebih-lebih untuk anak gadis. alasannya takut anak mereka jadi nakal, suka berkelahi dan bagi anak gadis dikatakan ora elok kalau orang jawa bilang. Sebenarnya kalau kita mau mengkaji lebih jauh alasan tersebut tidak relevan dengan kenyataan yang ada. Pencak silat bukanlah suatu olah raga yang syarat dengan kekerasan namun justru sebaliknya banyak manfaat yang bisa diambil dari belajar pencak silat.

Anak-anak mempunyai karakter dan kebiasaan suka bermain dan tidak jarang kita menyaksikan anak-anak sering bermain perang-perangan dengan menirukan tokoh idola  mereka dalam film seperti power ranger, naruto, Dragon ball, dan lain-lain. Dari sini kita bisa menyaksikan betapa banyak anak-anak yang menyukai olah raga yang ekstrem ini dari tokoh-tokoh idola mereka, namun karena beberapa alasan yang tidak relevan keinginan mereka tersebut terkadang tidak mendapatkan respon dari orang tua. Harusnya kesempatan itu adalah suatu peluang yang baik mengarahkan anak untuk belajar bagaimana menjadi seperti idola mereka tentang cara menendang yang baik, memukul, menangkis, dan cara beretika seorang pesilat, yaitu pemberani dan mandiri.

Pencak silat merupakan warisan kepribadian budaya bangsa yang   mengandung banyak unsur pembelajaran  yang baik untuk mencetak genarasi penerus bangsa yang sehat jasmani dan rohani. Saat ini pencak silat bukan saja dipelajari oleh bangsa Indonesia saja tapi sudah sampai ke belahan bumi lain seperti dataran Eropa. Terlepas dari bentuk dan jenisnya yang jelas manfaat dari ilmu bela diri ini adalah gerak dan tindakan seseorang menjadi mantap dan percaya diri.

Pencak silat adalah salah satu sarana yang bisa  digunakan  untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh, bukan hanya fisik tapi juga mental bahkan spiritual. Didalam pencak silat seorang anak dilatih untuk adu tanding/sambung, jurus, senam masal, asdower/fisik bahkan tidak hanya itu seorang anak juga akan dilatih tentang kepemimpinan dan spiritual.

Dalam latihan jurus dan senam anak dituntut untuk bisa yakin pada diri sendiri, anak tidak boleh  toleh/melirik kanan dan kiri untuk meniru gerakan dari temanya karena jika kebiasaan itu dibiarkan akan menjadi hal yang kurang baik bagi anak untuk itu terkadang ada hukuman terhadap anak yang melakukan kesalahan tersebut, dalam hal hukuman sisesuaikan dengan tahapan umur anak. Dan yang terpenting hukuman tersebut bersifat mendidik. Dari kejadian tersebut sorang anak akan mendapat  pelajaran yang berarti dimana anak akan berusaha tidak melakukan satu kesalahan yang sama dan selalu yakin dengan apa yang dilakukannya sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh keadaan. Selain senam dan jurus. Pelajaran  lainnya dalam pencak silat untuk menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri yaitu melalui adu tanding/sambung. Tidak semua anak berani untuk adu tanding/sambung biasanya hal ini adalah hal yang paling menakutkan bagi anak-anak yang belajar silat, hai ini sudah saya buktikan pada saat saya  aktif melatih pencak silat. Banyak diantara mereka yang tidak berani, mereka takut  ketendang, kepukul atau kebanting itu bukan karena mereka tidak bisa menangkis tapi karena lemahnya mental dan tidak adanya kepercayaan diri.

Disadari maupun tidak lama kelamaan anak yang dulunya sama sekali tidak berani sambung   akhirnya mereka jadi berani meskipun kadang harus disuruh dulu. Paling tidak sudah ada sedikit keberanian dan kepercayaan diri dalam diri mereka karena mustahil tanpa keberanian dan kepercayaan diri mereka berani sambung. Selain hal-hal diatas didalam pencak silat juga diadakan tes kenaikan tingkat digunakan sebagai evalusi terhadap materi yang telah dipelajari dan untuk menuju tingkat berikutnya.  Didalam tes kenaikan tingkat bukan hanya materi, fisik dan mental saja yang diuji tapi juga kekompakan dan rasa persaudaraan diantara siswa-siswa yang ikut latihan.

Beberapa hal diatas hanya sebagian dari apa-apa saja yang bisa dipelajari anak dalam pencak silat, namun bukan itu semua yang terpenting dalam pencak silat namun yang lebih penting adalah bagaimana seorang anak mempelajari makna dan tujuan dasar dari pencak silat. Semua perguruan silat yang ada selalu berorientasi kepada tercapainya manusia yang berbudi pekerti luhur, tahu adanya benar dan salah serta bagaimana dia bisa membela kebenaran dan keadilan sampai titik darah yang penghabisan. Tujuan tersebut sangat relevan dengan tujuan pendidikan nasional. Berbudi pekerti luhur artinya pencak silat mengajarkan kepada seorang anak untuk dapat berbakti dan taat kepada perintah Tuhan, kedua orang tua, guru dan santun dalam pergaulan. Tahu benar dan salah berarti seorang anak diharapkan mampu memilih mana yang baik buat dirinya dalam rangka pengembangan diri secara optimal. Dan yang terakhir berarti punya jwa patriotisme yang sangat dibutuhkan sebagai generasi penerus bangsa..

Pencak silat adalah salah satu sarana yang efektif sebagai wadah dimana anak mampu melatih kemandirin dan kepercayaan diri dalam cakupan yang lebih luas pencak silat dapat membentuk kecerdasan emosional seorang anak. Perlu kita sadari hal tersebut bukanlah suatu hal yang mudah karena diperlukan juga seorang pelatih yang professional yang benar-benar mengerti dengan psikologi anak dan benar-benar berorientasi untuk membentuk genarasi muda yang cerdas sehat jasmani dan rohani. Selain itu bagi orang tua harus selalu bisa mamantau segala perkembangan yang terjadi pada anak dengan harapan apa yang anak dapat dari belajar silat dapat diaplikasikan untuk kebaikan bersama dan pengembangan diri mereka.

Dari itu tidak ada alasan orang tua takut anaknya ikut latihan pencak silat, yang terpenting dan yang perlu diperhatikan bagi orang tua, jika ingin memasukkan anak dalam pencak silat sebaiknya tidak dicampur dengan kelas orang-orang dewasa mengingat pada usia anak masih dalam taraf usia bermain dan carilah pelatih yang mengerti karakter dari anak-anak sesuai dengan perkembangan fisik dan mental anak. Sehingga materi yang didapat disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak. Dari sini kita sadari bahwa anggapan bahwa silat itu identik dengan kekerasan tidaklah hal yang bena, rsemua tergantung bagaimana kita menilai unsur-unsur yang ada dalam pencak silat itu sendiri. Kalaupun ada beberapa oknum pencak silat yang suka bikin keributan atau segala macam itu bukanlah hal-hal yang diajarkan dalam pencak silat.

3 thoughts on “Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Melalui Pencak Silat

    • Sebenarnya pencak silat itu baik,,karena ada banyak muatan budaya dan pendidikan di sana..saya sendiri berlatih silat dari kecil dan jujur itu salah satu faktor yang membentuk karakter saya saat ini

  1. memang benar setelah saya mengikuti pencak silat ada banyak perubahan karakter dalam hidup saya, mula2 saya ikut karna hanya ingin jago2an dan setelah makin lama saya menyadari silat memiliki arti yang lebih dari itu, jago2an tidak ada gunanya hanya akan menambah banyak musuh. Perubahan karakter bagi orang yang mengikuti pencak silat adalah kearah yang positif.
    Dan sebagian besar orang yang mengikuti silat biasanya akan sering mencari arti hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s