Mekanisme Terjadinya Penyalahgunaan NAPZA


Mekanisme penyalahgunaan dan ketergantungan NAPZA dapat diterangkan dengan 3 pendekatan diantaranya pendekatan organobiologik, psikodinamik dan psikososial yang masing-masing tidak berdiri sendiri melainkan saling berkaitan satu sama lainnya (Hawari, 2006).

a. Organobiologik

Dari susunan organobiologik (susunan saraf pusat/otak) mekanisme terjadinya adiksi (ketagihan) hingga depedensi (ketergantungan) dikenal dua istilah yaitu Gangguan Mental Organik akibat NAPZA atau Sindrom Otak Organik akibat NAPZA, suatu kegaduhan, gelisah dan kekacauan dalam fungsi kognitif (alam pikiran),afektif (alam perasaan/emosi) dan psikomotor (perilaku), yang disebabkan oleh efek langsung NAPZA terhadap susunan saraf pusat (otak).

b. Psikodinamik

Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Hawari menyatakan bahwa seseorang akan terlibat ketergantungan NAPZA, apabila terdapat interaksi antara faktor predisposisi, kontribusi dan pencetus.

Faktor predisposisi

Seseorang yang mengalami gangguan kepribadian (antisosial) ditandai dengan perasaan tidak puas dengan dampak perilakunya terhadap orang lain dan tidak mampu berfungsi secara wajar di rumah, sekolah atau ditempat kerja dan pergaulan sosialnya.

Faktor kontribusi

Faktor kontribusi adalah kondisi keluarga yang tidak baik atau

disfungsi keluarga seperti :

  • Keluarga tidak utuh, misalnya salah seorang dari orang tua meninggal dunia, bercerai atau berpisah.
  • Kesibukan orang tua, orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan menyebabkan kurang komunikasi dan perhatian antar anggota keluarga.
  • Hubungan interpersonal yang tidak baik, yaitu hubungan antara anak dengan orang tua dan anggota keluarga lain yang sering cekcok, sering bertengkar dan acuh tak acuh.

Faktor pencetus

Penelitian yang dilakukan oleh Hawari menyebutkan bahwa pengaruh teman kelompok sebaya mempunyai andil 81,3% bagi seseorang terlibat penyalahgunaan NAPZA.

c. Psikososial

Dari sudut pandang psikososial perilaku menyimpang ini terjadi akibat negatif dari interaksi tiga kutub yang tidak kondusif (tidak mendukung kearah positif), yaitu kutub keluarga, kutub sekolah/kampus dan kutub masyarakat.

  • Kutub keluarga; misalnya hubungan yang tidak harmonis antara ayah dan ibu, gangguan fisik dan mental, sikap orang tua yang acuh, orang tua yang kasar (otoriter) dan lain-lain.
  • Kutub sekolah; misalnya sarana dan prasarana yang tidak memadai, jumlah dan tenaga pendidik yang kurang, pendidikan agama dan budi pekerti kurang memadai, lokasi yang tidak sesuai dengan suasana  belajar dan mengajar.
  • Kutub masyarakat; misalnya tempat hiburan yang buka hingga larut malam, semakin banyak pengangguran, anak putus sekolah dan anak jalanan, kesenjangan sosial dan adanya tempat transaksi NAPZA.

Daftar Pustaka

Hawari, D. 2006. Penyalahgunaan dan Ketergantungan NAPZA edisi ke:2. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s