Gejala-gejala Penyimpangan Tingkah Laku


Secara umum penentu terjadinya penympangan tingkah laku yaitu adanya gejala-gejala abnormal  pada tingkah laku individu karen adanya gangguan atau penympangan pada segi fisik atau psikis. Adanya gejala-gejala itu sangat di tenatukan oleh faktor-faktor berikut:

  • Kondisi dan konstitusi fisik secara herediatair (determinant hereditair) antara lain: sistem pensyarafannya, sistem kelenjar-kelenjar, sistem otot, keadaan kesehatannya dan lain-lain
  • Kematangan dan taraf pertumbuhannya, terutama inteleknya, kematangan sosial dan moral serta kematanagan emosional
  • Determinant psikologis yang berupa: pengalaman-pengalaman, kebiasaan-kebiasaan, trauma-trauma situasi belajar, penentuna diri, frustasi-frustasi, konflik-konflik, kecemasan dan saat-saat kritis.
  • Kondisi lingkungan ada alam sekitar
  • Faktor-faktor istiadat, norm-norma sosial, religi dan kebudayaan eksplosif
  • Adanya peperangan, keadaan ekonomi yang tidak stabil, banyaknya perceraan dan prostitusi, perubahan sosial yang cepat, kemajuan telnologi yang tidak terjangkau dan sebagainya
  • Besar kecilnya tekanan dan ancaman yang di rasakan oleh seseorang pada suau saat
  • Struktur kepribadian yang di miliki individu yang memeperngaruhi tingkat keseimbangan  dan keharmonisan antara id, ego dan super ego
  • Ketidakpusan dalam pekerjaan atau belajar
  • Adanya deskriminasi pelayanan yang dapat menimbulkan rasa permusuhan dan self devaluasi
  • KOmpetesi yang berlebuh-lebihan, sehingga yang merasa kurang mampu belajar mengejar prestasi lainnya lalu menjadi rendah diri
  • Tidak bahagia dalam perkawinan (dapat beprpengaruh pada diri dan anak-anaknya)
  • Depresi dan penganguran sehingga menimbulkan apatis
  • Self devaluasi yang bersumber dari rasa gagal untuk mencapai cita-citanya, iri hati dan perasaan bersalah
  • Persiapan yang tidak serasi bagi adolesson yang berhubungan dengan masalah seks, perubahan status, pekerjaan, dan menjadi orang tua dan lain-lain.
  • Sosialisasi yang salah
  • Sikap dan contoh yang tidak di inginkan
  • Adanya persaingan saudara
  • Proteksi yang berlebih-lebihan dari ibu yang di kenal dengan nam Mamisme . Yang berupa terlalu member hati, terlalu mempengarihi keduanya, anak akan menajdi manja atau menjadi anak yang sangat di kuasai (tergantung pada aorang tua)

Sumber:

Farid Hasym dan Mulyono. 2010. Bimbingan dan Konseling Religius. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s