MENTAL SAJA TIDAK CUKUP UNTUK MENJADI PEMENANG


Satu kalimat yang sering saya dengar ketika masih remaja “kalau ingin menjadi pemenang kita harus punya mental yang kuat. Saya sangat percaya dengan ungkapan tersebut, sehingga kalimat tersebut menjadi salah satu motivasi saya dalam meraih kemenangan. Namun suatu kejadian telah memukul saya, dengan kejadian itu saya menyimpulkan mental saja tidak cukup untuk menjadi seorang pemenang.

Ceritanya begini dulu saya pernah diikutsertakan dalam sebuah pertandingan pencak silat yang di adakan disalah satu Universitas di Jawa Tengah. Dengan bermodal keyakinan dan mental saya pun menerima tawaran tersebut. Kenapa modal saya hanya yakin dan mental, karena saat itu saya memang belum punya pengalaman digelanggang, Selain itu fisik saya jelas menurun, kecepatan saya rasa juga begitu. Hal itu dikarenakan saya sudah fakum latihan pencak silat lebih dari dua tahun.

Setelah beberapa hari saya dan teman-teman berangkat. Sesampainya di tempat tujuan bukannya saya inten berlatih dan melakukan sparing ringan, malah saya asyik sendiri cuci mata dan mengindahkan semua nasehat dari pelatih. Saya merasa tidak butuh arahan, yang ada dalam pikiran saya pertandingan ini akan saya menangkan dengan mudah, saya ini memiliki mental yang bagus. Perkelahian jalanan sudah menjadi makanan saya, jadi rasanya gak mungkin saya kalah hanya digelanggang pertandingan.

Tepat di malam pertandingan saya bertemu dengan lawan yang menurut prediksi pelatih jauh dibawah kemampuan yang saya miliki. Saya pun lebih percaya diri dan menganggap semua akan berjalan dengan sangat mudah. Ronde pertama di mulai, saya mulai pamer aksi dan sok jago. Namun apa yang terjadi, saya kalah nafas, kalah teknik dan kalah kecepatan sehingga apa yang tadi saya bayangkan semua sirna. Bahkan dalam hati kecil saya, rasanya saya ingin menyerah, karena sudah tidak kuat menahan kelelahan. Namun pelatih tetap menyuruh saya bertahan. Disisa-sisa tenaga akhir, saya bisa dijatuhkan oleh lawan dan selang beberapa waktu pertandingan usai, saya pun dinyatakan kalah.

Saat itu saya tidak menyesali kekalahan saya, yang saya sesali kenapa selama latihan saya tidak pernah mendengarkan kata pelatih. Ternyata Mental kuat tidak jaminan mengantarkan pada kemenangan, kalau kita tidak punya kemampuan yang lain untuk mendukungnya. Itulah makna yang bisa saya ambil dari kejadian tersebut. Semenjak itu saya sadar untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, kita harus tetap menyipkan mental, namun juga harus didukung dengan terus belajar, terus berlatih dan terus mengembangkan diri untuk mencapai kemenangan hidup yang kita dambakan.

Satu hal yang bisa saya jadikan pelajaran sampai saat ini adalah mental memang penting, tapi mental tidak akan mengantarkan kita menjadi pemenang tanpa kemampuan dan kemampuan tidak akan bertahan lama jika tidak asah. Sedangkan untuk mengasah berbagai kemampua diperlukan seorang pelatih (mentor) yang akan mengarahkan kita menjadi pemenang.

Iklan

One thought on “MENTAL SAJA TIDAK CUKUP UNTUK MENJADI PEMENANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s