Unsur-Unsur Dalam Belajar


Menurut Gagne (dalam Catharina Tri Ani, 2006:4) unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga menghasilkan perubahan perilaku yakni:

Pembelajar

Pembelajar dapat berupa peserta didik, pembelajar, warga belajar, dan peserta pelatihan. Pembelajar memiliki organ pengindraan yang digunakan untuk menangkap rangsangan otak yang digunakan untuk menstransformasikan hasil penginderaannya ke dalam memori yang kompleks dan syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilkan kinerja yang menunjukkan apa yang telah dipelajari.
Baca lebih lanjut

Cara Cerdas Meringkas Buku


Meringkas atau mereview sebuah buka bisa dibilang sasah-susah gampang. Bagi yang sudah berpengalaman meriview buku bukablah pekerjaan yang sulit, tapi bagi pemula mungkin ini adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bagi pemula biasanya akan bertanya-tanya “mana yang harus saya tulis, karena saya piker semuanya adalah penting”, sehingga tidak jarang mereka menulis semua apa yang ada di dalam buku. Kalau demikian berarti kita tidak meringkas melainkan menyalin.

Kegiatan meringkas ini dilakukan dengan berbagi tujuan, bisa karena tugas sekolah ataupun keinginan kita sendiri. Kalau untuk keperluan sendiri, kita mungkin bisa leb ih selekstif, tapi kalau ini adalah tugas maka, kita perlu cara uang jitu supaya, tugas yang kita kerjakan bisa selesai tepat waktu.
Baca lebih lanjut

Masalah-masalah Belajar


Dalam seluruh proses pendidikan, belajar merupakan kegiatan inti. Pendidikan itu sendiri dapat di artikan sebagai bantuan perkembangan melalui kegiatan belajar. Secara psikologis belajar dapat dapat di artikan sebagai proses memperoleh perubahan perilaku (baik dalam kognitif, afektif dan psikomotor) memperoleh respon yang diperlukan dalam interaksi dengan lingkungan dengan efisien (Yusuf syamsu & Juntika Nurihsan, 2010).
Baca lebih lanjut

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa


Motivasi adalah motif atau dorongan yang dimiliki oleh seseorang  dalam melakukan tindakan. Hal ini menegaskan bahwa motivasi adalah satu faktorp penting untuk keberhasilan seseorang dalam melakukan suatu tindakan, termasuk dalam belajar di sekolah. Motivasi ini mtlak di miliki oleh seorang siswa demi keberhasilannya dalam belajar. Motivasi ada dua macam yaitu moivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang muncul dari dalam diri. Para ahli sudah menjelaskan bagaimana cara meningkatkan motivasi, khususnya motivasi siswa dalam belajar, karena saat ini banyak sekali siswa-siswa di sekolah yang kurang memiliki motivasi dalam belejar, mereka lebih suka pada hala-hal lain yang sifatnya malah dapat mengganggu belajar, mereka. Berikut adalah beberapa upaya yang bisa di lakukan oleh guru dalam memberikan motivasi belajar pada siswa:

Baca lebih lanjut

Persiapan Dalam Menghadapi Ujian Akhir


Ujian akhir bagi sebagian besar siswa di sekolah adalah suatu momok yang menakutkan. Banyak faktor yang mengakibatkan hal itu terjadi, termasuk kurangnya persiapan dan penguasaan materi pembelajaran. Pihak sekolah selalu gencar mengadakan kegiatan menjelang ujian akhir, dari memberikan jam tambahan kepada siswa sampai kegiatan pelatihan-pelatihan  (Try out). Bukan itu saja, kegiatan tambahan juga dilakukan siswa itu sendiri diluar jam pelajaran, yaitu dengan mengikuti les dan bimbel.

Berbagai macam kegiatan tersebut tentunya memang di perlukan, namun pelaksanaanya haru dikelola sebaik mngkin supaya hasil yang diharapakn bisa maksimal. Jangan sampai kegiatan-kegiatan tambahan tersebut mengakibatkan siswa menjadi tertekan dan stress menjelang ujian akhir. Perlu di sadari dalam menghadapi ujian akhir selain faktor materi ada faktor lain yang juga menunjang pencapaian hasil ujian, yaitu keamanan psikologis. Kedua faktor ini sangat penting, maka dari itu harus ada upaya-upaya jitu untuk mempersiapkannya.

Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa di lakukan oleh siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi  ujian akhir supaya apa yang tujuan yang di harapakan bisa tercapai secara maksimal.

a.      Siapkan mental positif dalam menghadapi ujian akhir

Sikap mental positif hamper diperlukan setiap orang dalam mengahadap ataumengerjakan sesuatu hal, termasuk siswa dalam menghadapi ujian akhir. Selama ini ujian akhir selalu adi anggap momok yang menakutkan bagi sebagian besar siswa. Hal itu wajar karena selama ini mungkin mereka selalu diberikan dogma-dogma bahwa kalau mereka gagal dalam ujian maka mereka sudah tidak punya harapan lagi. Hal-hal semacam ini bisa berakibat buruk bagi siswa,  tidak jarang juga kita mendapati siswa yang melakukan kegiatan yang irasional seperti ke dukun, paranormal dsb. Maka dari itu mulai sekarang kita harus punya pikiran positif ujian buka sesuatu yang sulit, jika kita mempersiapakannya secara dini maka hasil optimal pasti bisa kita raih.

b.      Tidak memorsir waktu untuk belajar

Belajar adalah baik, namun jika belajar terlalu di forsir bisa sangat menekan pikiran seseorang. Belajar harus ada porsinya. Belajarlah secara wajar, hindarilah belajar dengan sistem kebut semalam. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pelajarilah materi pelajaran jauh-jauh hari senalum ujian berlangsung sedikit demi sedikit.

c.       Kurangi  belajar dengan cara menghafal

Setiap orang pasti punya gaya belajar masing-masing, termasuk menghafal. Namun memilki banyak keterbatasan, mengingat otak kita tidak mungkin bisa menampung semua hafalan dari buku pelajaran yang di pelajari. Memang ada kalanya kita harus menghafal, tapi hafalan tersebut harus kita arahan pada hal-hal yang penting saja (poin-poinya saja)

d.      Diskusikan materi yang tidak kita pahamu dengan orang lain (guru/teman)

Dalam proses pembelajaran terkadang seseorang mengalami sebuah permasalahan. Jika ada permasalahn yang muncul segera diskusikan hal terseut dengan teman. Jika belaum menemukan jawaban yang memuaskan segera konsultasikan hal tersebut dengan guru mapel pelajaran masing-masing. Dengan cara ini seseorang akan lebih cepat memahami materi pelajaran.

e.       Lakukan refresing untuk menghilangkan kejenuhan dan ketegangan pikiran

Dalam belajar terkadang seseorang mengalami tingkat kejenuhan. Jika kejenuhan ini muncul lebih baik sesorang melakukan refresing. Hal itu bisa dilakukan dengan banyak cara tergantng dari masing-masing individu.

f.       Banyak-banyaklah berdoa

Nah yang terakhir ini adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan selain belajar kita harus juga selalu berdoa semoga apa yang kita pelajari bermanfaat. Doa sangat penting, karena dalam doa mengandung dorongan-dorongan positif, yang akan mendorong seseorang untuk lebih yakin pada apa yang dia lakukan. Selain itu semua, juga doa bagian dari ibadah.

Cara Meningkatkan Kemampuan Berbicara Di Depan Umum


Berbicara adalah satu sarana komunikasi yang paling efetif dengan orang lain. Istilah ini sering kita kenal dengan komunikasi verbal. Komukiasi verbal adalah komukasi dua arah atau lebih yang menggunakan bahasa verbal (percakapan). Setiap orang pasti mampu melakukan komunikasi ini (dalam keseharian) selama ia tidak mengalami gangguan dalam berbiacara, namun tidak semua orang mampu berbicara dalam situasi dan keadaan tertentu. Misalnya, prsentasi, pidato, seminar, atau pembicaraan-pembicaraan yang bersifat resmi.

Berbagai alasan sering mereka utarakan misalnya, takut salah, tidak menguasai materi, gak tahu apa yang harus di bicarakan, malu/tidak percaya diri, takut ditertawakan dll. Bagi sebagian orang berbicara di depan umum dalam forum resmi adalah suatu momok yang manakutkan, sehingga hal ini mengakibatkan mereka menjadi cemas dan takut untuk melakukan hal itu. Masalah-masalah ini banyak sekali kita jumpai di lapangan, termasuk di sekolah dan perguruan tinggi. Tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang tidak mampu berbicara baik di depan kelas ataupun forum luar kelas. Hal ini jika dibiarkan akan sangat berdampak kurang baik bagi pengembangan diri siswa/mahasiswa tersebut.
Baca lebih lanjut

Tahapan Penting Pasca Belajar


Dalam tahap ini ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu melakukan rewiew, dan senam otak (senam otak sama dengan jeda). Meringkas atau mereview sebuah buka bisa dibilang sasah-susah gampang. Bagi yang sudah berpengalaman meriview buku bukanlah pekerjaan yang sulit, tapi bagi pemula mungkin ini adalah pekerjaan yang tidak mudah. Bagi pemula biasanya akan bertanya-tanya “mana yang harus saya tulis, karena saya piker semuanya adalah penting”, sehingga tidak jarang mereka menulis semua apa yang ada di dalam buku. Kalau demikian berarti kita tidak meringkas melainkan menyalin.

Kegiatan meringkas ini dilakukan dengan berbagi tujuan, bisa karena tugas sekolah ataupun keinginan kita sendiri. Kalau untuk keperluan sendiri, kita mungkin bisa leb ih selekstif, tapi kalau ini adalah tugas maka, kita perlu cara uang jitu supaya, tugas yang kita kerjakan bisa selesai tepat waktu.
Baca lebih lanjut