Metode Modelling The Way


Pengertian Metode Modelling The Way

Metode Modelling The Way sebagai metode pengajaran adalah suatu metode pengajaran yang dilaksanakan dengan cara guru memberikan skenario suatu sub bahasan untuk didemonstrasikan siswa di depan kelas, sehingga menghasilkan ketangkasan dengan keterampilan atau skill dan profesionalisme (Dep Dik Bud, 1993: 219).
Baca lebih lanjut

Iklan

Pengelolaan Kelas


Dalam proses pembelajaran guru adalah kendali atas kelas yang ajar. Salah satu kemampuan vital yang harus dikuasai adalah kemampuan pengelolaan kelas.

Pengertian pengelolaan kelas

Istilah pengelolaan kelas terdiri dari dua kata yaitu pengelolaan dan kelas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah pengelolaan diartikan dengan “penyelenggaraan, pengurusan”. Sedangkan yang dimaksud dengan kelas adalah “tingkat, ruang tempat belajar di sekolah”. Jadi pengelolaan kelas adalah suatu proses penyelenggaraan atau pengurusan ruang dimana dilakukan kegiatan belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

Strategi Belajar Aktif Teknik Index Card Match


Index Card Match merupakan salah satu teknik instruksional dari belajar aktif bagian reviewing strategies (strategi pengulangan) yang dapat membantu siswa mengingat apa yang telah mereka pelajari dan menguji kemampuan serta pengetahuan yang telah mereka terima. Silberman (2006) menyatakan bahwa salah satu cara yang pasti untuk membuat pelajaran tetap melekat dalam pikiran adalah dengan mengalokasikan waktu untuk meninjau kembali apa yang telah dipelajari. Materi yang telah dibahas oleh siswa cenderung lima kali lebih melekat di dalam pikiran daripada materi yang tidak dibahas.
Baca lebih lanjut

Metode Pembelajaran GI (Group Investigation)


Dasar-dasar model Group Investigation dirancang oleh Herbert Thelen, selanjutnya diperluas dan diperbaiki oleh Sharan dan teman-temannya dari Universitas Tel Aviv. Metode GI ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam seleksi topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). Dalam menggunakan metode GI umumnya kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 5 sampai 6 orang siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai sub topik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan (Arends, 1997: 120-121).
Baca lebih lanjut